Punya ruang tamu kecil tidak otomatis berarti rumah akan terasa:
sempit.
Dua ruangan dengan ukuran yang hampir sama bisa memberikan kesan yang sangat:
berbeda.
Yang satu terasa:
penuh.
Gelap.
Sesak.
Sementara yang lain terasa:
terbuka,
terang,
dan nyaman.
Padahal luas lantainya:
sama.
Perbedaannya sering bukan terletak pada ukuran ruangan.
Tetapi pada bagaimana ruang tersebut:
ditata.
Furniture terlalu besar.
Terlalu banyak barang.
Warna tidak seimbang.
Cahaya terhalang.
Dekorasi ditempatkan tanpa:
arah.
Hal-hal kecil seperti itu dapat membuat ruang kehilangan banyak area secara:
visual.
Kabar baiknya?
Anda tidak selalu membutuhkan:
renovasi.
Tidak harus merobohkan:
dinding.
Tidak harus mengganti:
lantai.
Dan tidak harus membeli seluruh furniture:
baru.
Beberapa perubahan sederhana sudah bisa membuat ruang tamu kecil terlihat jauh lebih:
lega.
1. Mulai dengan Mengurangi Barang
Sebelum memikirkan:
warna,
sofa,
cermin,
atau dekorasi,
lihat dulu apa yang sudah ada di:
ruangan.
Kadang masalahnya bukan ruang tamu terlalu kecil.
Masalahnya:
terlalu banyak barang berada di dalam ruang kecil.
Majalah.
Kabel.
Kotak.
Dekorasi.
Furniture tambahan.
Bantal.
Mainan.
Barang yang sebenarnya jarang:
digunakan.
Semua membutuhkan ruang visual.
Semakin banyak objek yang terlihat, semakin sibuk ruangan terasa.
Coba Kosongkan Beberapa Permukaan
Coffee table tidak harus dipenuhi:
dekorasi.
TV cabinet tidak perlu menampung:
20 benda.
Rak tidak harus terisi sampai setiap sentimeter:
penuh.
Sisakan:
negative space.
Area kosong memberikan kesempatan mata untuk:
beristirahat.
Dan secara visual ruangan langsung terasa lebih:
ringan.
2. Pilih Furniture Sesuai Skala Ruangan
Sofa besar memang:
nyaman.
Tetapi kalau ukurannya mengambil hampir seluruh ruang?
Ruangan akan terasa:
berat.
Kesalahan umum ketika mendekorasi ruang kecil adalah membeli furniture berdasarkan:
barang yang disukai,
bukan berdasarkan:
proporsi ruangan.
Sebelum membeli furniture, ukur:
panjang,
lebar,
dan jalur berjalan.
Jangan hanya bertanya:
“Sofanya muat nggak?”
Tanyakan juga:
“Kalau sofa masuk, masih nyaman bergerak nggak?”
Itu dua hal yang berbeda.
Furniture Kecil Tidak Selalu Lebih Baik
Jangan salah paham.
Ruang kecil bukan berarti semua furniture harus:
mini.
Terlalu banyak furniture kecil justru bisa membuat ruangan terlihat:
berantakan.
Kadang satu sofa berukuran sedang lebih baik daripada:
dua kursi,
satu loveseat,
dan tiga stool.
Fokus pada:
jumlah
dan:
proporsi.
3. Gunakan Furniture Berkaki
Sofa yang seluruh bagian bawahnya menutup lantai memberikan kesan lebih:
solid.
Furniture dengan kaki yang terlihat membuat sebagian lantai tetap:
terlihat.
Efeknya sederhana.
Tetapi mata membaca ruangan sebagai sesuatu yang lebih:
terbuka.
Konsep ini bisa diterapkan pada:
sofa,
armchair,
console table,
TV cabinet,
dan side table.
Tidak harus semua.
Cukup beberapa elemen utama agar ruangan tidak terasa seperti kumpulan:
blok besar.
4. Jangan Menutup Semua Dinding dengan Furniture
Ketika ruang kecil, insting pertama biasanya:
“Tempel semuanya ke dinding.”
Kadang memang masuk akal.
Tetapi jangan sampai seluruh perimeter ruangan menjadi barisan:
furniture.
Sofa.
Kabinet.
Rak.
Meja.
Kursi.
Tidak ada satu bagian dinding pun yang:
bernapas.
Sisakan area:
kosong.
Dinding kosong bukan berarti dekorasi:
belum selesai.
Kadang justru itulah yang membuat interior terlihat:
lebih mahal dan tenang.
5. Pilih Warna yang Membantu Memantulkan Cahaya
Warna terang sering digunakan untuk ruang kecil karena dapat membantu ruangan terasa lebih:
terbuka.
Putih.
Off-white.
Cream.
Beige.
Soft grey.
Warna-warna lembut dapat menjadi dasar yang:
aman.
Tetapi ini bukan berarti seluruh ruang tamu harus menjadi:
putih polos.
Ruang tetap membutuhkan:
karakter.
Gunakan warna dasar yang ringan, lalu tambahkan warna melalui:
artwork,
cushion,
rug,
tanaman,
atau dekorasi kecil.
Ruang Kecil Boleh Pakai Warna Gelap?
Boleh.
Tidak ada polisi interior yang akan datang kalau Anda mengecat dinding:
navy.
Warna gelap bahkan bisa membuat ruangan terasa:
dramatis
dan:
cozy.
Yang perlu diperhatikan adalah:
cahaya,
proporsi,
dan penggunaannya.
Kalau ruangan sudah minim cahaya alami lalu seluruh permukaan dibuat sangat gelap, hasilnya mungkin terasa semakin:
tertutup.
Gunakan dengan:
sengaja.
6. Maksimalkan Cahaya Alami
Cahaya adalah salah satu alat terbaik untuk membuat ruang terasa:
lebih besar.
Kalau ada jendela, jangan menghalanginya dengan furniture tinggi atau tirai yang terlalu:
berat.
Biarkan cahaya masuk sebanyak mungkin.
Gunakan curtain yang lebih:
ringan
kalau privasi memungkinkan.
Dan perhatikan bagaimana furniture ditempatkan terhadap:
jendela.
Satu kabinet besar di posisi yang salah bisa mengurangi cahaya yang sebenarnya sangat:
berharga.
Pasang Tirai Lebih Tinggi
Ini trik visual sederhana.
Daripada memasang curtain rod tepat di atas:
jendela,
pasang lebih dekat ke:
plafon
jika struktur dan desain memungkinkan.
Kemudian gunakan tirai yang turun mendekati:
lantai.
Efek garis vertikal membuat mata bergerak ke:
atas.
Hasilnya?
Plafon terasa:
lebih tinggi.
Dan ruangan terlihat lebih:
elegan.
7. Gunakan Cermin dengan Strategis
Cermin adalah trik klasik untuk ruang kecil karena:
memantulkan cahaya
dan memperluas persepsi:
visual.
Tetapi jangan asal menaruh cermin hanya karena:
“katanya bikin luas.”
Perhatikan apa yang akan:
dipantulkan.
Kalau cermin menghadap:
jendela,
cahaya dan view bisa terasa semakin:
luas.
Kalau cermin memantulkan tumpukan barang?
Sekarang Anda secara visual punya:
dua tumpukan barang.
Tidak terlalu membantu.
Satu Cermin Besar Bisa Lebih Efektif
Daripada banyak cermin kecil yang membuat dinding terasa:
ramai,
satu cermin besar dapat memberikan:
statement
sekaligus efek ruang yang lebih:
kuat.
Bentuknya bisa:
round,
arched,
rectangular,
atau organic.
Sesuaikan dengan karakter:
interior.
8. Gunakan Storage Vertikal
Kalau luas lantai terbatas:
lihat ke atas.
Dinding adalah area storage yang sering tidak:
dimanfaatkan.
Gunakan:
floating shelves,
wall cabinet,
atau shelving vertikal.
Dengan begitu barang bisa disimpan tanpa terus menambah furniture di:
lantai.
Tetapi jangan mengubah seluruh dinding menjadi:
gudang terbuka.
Rak terbuka tetap membutuhkan:
editing.
Kalau terlalu penuh, ruangan kembali terasa:
sibuk.
Gunakan Storage Tertutup untuk Barang Kecil
Ada barang yang bagus untuk:
display.
Ada yang lebih baik:
disembunyikan.
Remote.
Kabel.
Dokumen.
Charger.
Mainan.
Barang kecil yang tersebar membuat visual cepat terasa:
berantakan.
Kabinet tertutup,
basket,
atau drawer
bisa menjadi penyelamat.
Prinsip sederhana:
semakin kecil ruangannya, semakin penting setiap barang punya tempat.
9. Pilih Furniture Multifungsi
Ruang kecil membutuhkan furniture yang bekerja lebih:
keras.
Ottoman yang punya:
storage.
Coffee table dengan:
drawer.
Bench yang bisa digunakan untuk:
duduk sekaligus menyimpan.
Nesting table.
Sofa bed.
Console yang juga bisa menjadi:
workspace.
Satu furniture dengan dua fungsi berarti Anda tidak perlu membeli:
dua furniture.
Dan setiap furniture yang tidak perlu masuk ke ruangan adalah ruang yang berhasil:
diselamatkan.
Hindari Furniture Multifungsi yang Terlalu Rumit
Multifungsi bukan berarti harus seperti:
Transformer.
Kalau setiap kali ingin menggunakan meja harus:
angkat,
lipat,
putar,
geser,
dan membuka lima pengunci,
kemungkinan akhirnya Anda malas:
menggunakannya.
Pilih mekanisme yang:
sederhana.
10. Gunakan Rug dengan Ukuran yang Tepat
Kesalahan umum:
ruangan kecil → rug kecil.
Padahal rug yang terlalu kecil dapat membuat area seating terasa:
terpecah.
Idealnya rug cukup besar untuk menghubungkan furniture utama secara:
visual.
Misalnya kaki depan sofa dan chair berada di atas:
rug.
Sekarang seluruh seating area terasa seperti satu:
zona.
Bukan kumpulan furniture yang berdiri:
sendiri-sendiri.
Rug Bisa Membantu Mendefinisikan Ruang
Ini terutama berguna kalau ruang tamu menyatu dengan:
dining area
atau:
kitchen.
Daripada membuat sekat fisik, rug bisa memberikan batas:
visual.
Living area di:
sini.
Dining di:
sana.
Ruang tetap terbuka.
Tetapi fungsinya tetap:
jelas.
11. Kurangi Terlalu Banyak Pola
Pattern bisa memberikan:
karakter.
Tetapi kalau ada:
rug bermotif,
curtain bermotif,
sofa bermotif,
cushion bermotif,
wallpaper bermotif,
dan artwork ramai
dalam ruang kecil?
Mata tidak tahu harus melihat:
ke mana.
Pilih satu atau dua elemen yang menjadi:
fokus.
Biarkan elemen lain lebih:
tenang.
Gunakan Tekstur untuk Menghindari Interior Membosankan
Kalau warna dibuat sederhana, gunakan:
tekstur.
Linen.
Wood.
Bouclé.
Woven basket.
Metal.
Glass.
Ceramic.
Tekstur memberikan kedalaman tanpa harus menambah terlalu banyak:
warna atau pattern.
Hasilnya bisa terasa:
minimal
tetapi tidak:
datar.
12. Buat Satu Focal Point
Setiap ruangan membutuhkan tempat pertama yang menarik:
perhatian.
Bisa:
artwork.
Cermin besar.
Sofa.
Feature wall.
Lampu.
Atau view dari:
jendela.
Kalau semua benda mencoba menjadi:
focal point,
tidak ada yang benar-benar menjadi:
fokus.
Pilih satu.
Kemudian biarkan elemen lain:
mendukung.
Artwork Besar Bisa Bekerja di Ruang Kecil
Ini mungkin terdengar:
kontradiktif.
Tetapi satu artwork besar terkadang membuat ruangan terasa lebih:
clean
dibanding gallery wall berisi 20 frame kecil.
Artwork besar memberikan:
impact
tanpa menciptakan terlalu banyak:
visual noise.
Pilih ukuran yang proporsional dengan:
dinding.
Jangan Dekorasi Setiap Sudut
Ada sudut kosong?
Tidak otomatis membutuhkan:
tanaman.
Ada dinding kosong?
Tidak otomatis membutuhkan:
frame.
Ada meja?
Tidak otomatis membutuhkan:
vas.
Interior bukan permainan:
Tetris.
Tujuannya bukan mengisi setiap ruang yang:
tersedia.
Ruang kosong juga merupakan bagian dari:
desain.
Perhatikan Jalur Berjalan
Ruang tamu harus bisa:
digunakan.
Bukan hanya:
difoto.
Pastikan jalur dari:
pintu
ke:
sofa,
jendela,
atau ruangan lain
tidak terhalang.
Kalau setiap masuk ruang tamu harus:
menyamping,
menghindari meja,
lalu melangkahi ottoman,
layout-nya mungkin perlu:
diubah.
Coffee Table Tidak Selalu Wajib
Ini salah satu furniture yang sering dianggap:
harus ada.
Padahal kalau ruang sangat kecil, coffee table besar bisa memakan area:
penting.
Alternatif:
small side table.
Nesting table.
Ottoman.
Atau meja kecil yang mudah:
dipindahkan.
Pilih berdasarkan cara ruang benar-benar:
digunakan.
Gunakan Material Transparan
Furniture berbahan:
glass
atau acrylic
bisa membantu mengurangi berat visual.
Misalnya coffee table kaca.
Secara fisik ukurannya tetap:
sama.
Tetapi karena sebagian area bisa terlihat melaluinya, furniture terasa tidak terlalu:
dominan.
Gunakan secukupnya.
Tidak perlu mengubah rumah menjadi:
aquarium.
Sofa L-Shape: Bagus atau Tidak?
Jawabannya:
tergantung layout.
Pada beberapa ruang kecil, sectional justru bisa sangat:
efisien.
Satu furniture menyediakan banyak tempat duduk tanpa membutuhkan beberapa:
kursi tambahan.
Tetapi kalau ukurannya terlalu besar, sectional dapat mendominasi seluruh:
ruangan.
Sekali lagi:
ukur.
Jangan menebak berdasarkan foto:
online.
Gunakan Sudut dengan Cerdas
Corner sering menjadi area yang:
terbuang.
Bisa digunakan untuk:
floor lamp,
small chair,
tanaman,
atau shelving.
Tetapi jangan merasa setiap corner harus:
diisi.
Kalau ruang sudah cukup padat, sudut kosong justru membantu memberikan:
napas.
Tanaman Bisa Membuat Ruang Terasa Lebih Hidup
Tanaman memberikan:
warna,
tekstur,
dan unsur natural.
Tetapi untuk ruang kecil, pilih ukuran yang:
proporsional.
Daripada sepuluh pot kecil tersebar di mana-mana, mungkin lebih baik:
satu tanaman medium
dan beberapa tanaman kecil sebagai:
accent.
Lebih mudah dirawat.
Lebih:
clean.
Gunakan Pencahayaan Berlapis
Jangan bergantung pada satu lampu plafon.
Gunakan kombinasi:
ambient lighting,
task lighting,
dan accent lighting.
Misalnya:
ceiling light,
floor lamp,
dan table lamp.
Pencahayaan di beberapa level menciptakan:
depth.
Saat malam, ruangan terasa lebih:
hangat
dan tidak datar.
Hindari Lampu Terlalu Putih Kalau Ingin Suasana Cozy
Color temperature sangat memengaruhi:
mood.
Lampu putih terang bisa terasa:
clean.
Tetapi untuk ruang tamu yang ingin dibuat nyaman, pencahayaan yang terlalu dingin kadang terasa seperti:
office.
Warm lighting biasanya memberikan suasana lebih:
relaxed.
Sesuaikan dengan fungsi dan warna:
interior.
Manfaatkan Garis Vertikal
Selain curtain tinggi, efek vertikal bisa diperoleh dari:
bookshelf tinggi,
wall panel,
artwork vertikal,
atau floor lamp ramping.
Garis vertikal mengarahkan mata ke:
atas.
Ini membantu ruangan terasa memiliki volume lebih:
besar.
Terutama kalau ceiling sebenarnya tidak terlalu:
tinggi.
Hindari Terlalu Banyak Furniture Tinggi
Ada bedanya menggunakan satu elemen tinggi sebagai:
accent
dengan menutup seluruh ruangan menggunakan:
kabinet tinggi.
Kalau semua furniture besar dan tinggi, ruangan terasa:
tertutup.
Campurkan:
low-profile furniture
dengan beberapa elemen:
vertikal.
Keseimbangan adalah:
kuncinya.
TV Bisa Menjadi Masalah Visual
TV biasanya menjadi salah satu benda paling besar dan gelap di:
ruang tamu.
Kalau memungkinkan, gunakan console yang proporsional dan jangan mengelilingi TV dengan terlalu banyak:
barang.
Wall mounting bisa menghemat sebagian area furniture, tergantung kebutuhan dan:
struktur dinding.
Tetapi jangan memasang TV terlalu:
tinggi
hanya karena ingin dinding terlihat kosong.
Kenyamanan menonton tetap:
penting.
Kabel Bisa Menghancurkan Interior yang Rapi
Ruang sudah:
minimalis.
Furniture bagus.
Dekorasi:
rapi.
Lalu ada tujuh kabel hitam menggantung dari:
TV.
Selesai.
Gunakan:
cable management.
Cable box.
Clip.
Conduit.
Atau routing yang lebih:
rapi.
Detail kecil ini memberikan perbedaan besar pada:
visual.
Gunakan Palet Warna yang Konsisten
Tidak harus monochrome.
Tetapi pilih:
base color,
secondary color,
dan beberapa:
accent.
Misalnya:
cream + warm wood + olive green.
Atau:
white + grey + black.
Atau:
beige + terracotta + natural wood.
Ketika warna saling terhubung, ruang terasa lebih:
cohesive.
Dan sesuatu yang cohesive biasanya terasa lebih:
tenang.
Jangan Membeli Semua Furniture Sekaligus
Baru pindah rumah.
Ruang kosong.
Panik.
Kemudian dalam satu weekend membeli:
sofa,
meja,
rug,
lampu,
rak,
dekorasi,
dan tanaman.
Sebulan kemudian baru sadar:
layout-nya salah.
Lebih baik mulai dari:
furniture utama.
Tinggal beberapa waktu.
Lihat bagaimana ruang:
digunakan.
Kemudian tambahkan kebutuhan secara:
bertahap.
Ukur Sebelum Belanja
Ini layak diulang.
Ukur:
ruangan.
Pintu.
Jendela.
Furniture lama.
Jalur berjalan.
Bahkan kalau perlu gunakan masking tape di lantai untuk menggambarkan ukuran furniture yang ingin:
dibeli.
Sofa 220 cm terlihat abstrak di:
website.
Begitu ditempel menggunakan tape di lantai?
Baru terasa:
“Oh, gede juga.”
Jangan Mengandalkan Foto Wide-Angle
Foto interior online sering menggunakan:
wide-angle lens.
Hasilnya ruangan terlihat:
luas.
Kemudian furniture yang sama dibeli untuk rumah sendiri dan ternyata:
penuh.
Gunakan ukuran:
aktual.
Bukan persepsi dari:
foto.
Layout Lebih Penting daripada Banyak Dekorasi
Kalau layout salah, dekorasi tidak akan:
menyelamatkan.
Sebelum membeli aksesori, pastikan:
sofa,
TV,
chair,
table,
dan storage
sudah berada di posisi yang:
masuk akal.
Coba beberapa konfigurasi.
Kadang hanya memindahkan sofa ke dinding berbeda sudah membuat ruangan terasa:
baru.
Buat Furniture Punya “Breathing Room”
Jangan semua benda saling:
menempel.
Sedikit jarak antara:
sofa,
side table,
lampu,
dan dinding
dapat membuat komposisi terlihat lebih:
sengaja.
Tentunya ruang kecil memiliki keterbatasan.
Tetapi bahkan beberapa sentimeter bisa mengurangi kesan:
sesak.
Small Space Bukan Berarti Harus Minimalis Ekstrem
Anda tetap bisa suka:
warna.
Art.
Buku.
Tanaman.
Dekorasi.
Ruang kecil tidak mengharuskan hidup dengan:
satu sofa putih
dan:
satu vas.
Yang penting adalah:
editing.
Pilih barang yang benar-benar memberikan:
fungsi
atau:
karakter.
Bukan sekadar mengisi:
ruang.
Bagaimana Kalau Suka Maximalist Interior?
Bisa.
Maximalist bukan berarti:
berantakan.
Gunakan:
warna yang terhubung,
pattern dengan skala berbeda,
dan kelompokkan koleksi secara:
sengaja.
Perbedaan antara maximalism dan clutter sering ada pada:
curation.
Satu terlihat:
intentional.
Yang lain terlihat seperti belum sempat:
beres-beres.
Ruang Tamu Kecil dan Dining Area
Kalau living dan dining berada dalam satu:
ruangan,
jangan langsung membuat sekat:
besar.
Gunakan:
rug,
lighting,
arah furniture,
atau warna
untuk membedakan zona.
Misalnya pendant light di atas dining table secara visual mengatakan:
“Ini area makan.”
Sementara rug mengatakan:
“Ini area living.”
Tidak perlu:
dinding.
Gunakan Round Table untuk Area Sempit
Meja bundar dapat membantu flow karena tidak memiliki:
sudut tajam.
Terutama untuk:
small dining area
atau side table.
Bentuk bulat juga menjadi kontras yang menarik kalau banyak furniture lain memiliki garis:
kotak.
Tetapi tetap:
ukur.
Round tidak otomatis berarti:
kecil.
Dekorasi Musiman? Simpan dengan Sistem
Natal.
Lebaran.
Halloween.
Seasonal decor.
Setelah acara selesai, jangan biarkan seluruh dekorasi tinggal di ruang tamu selama:
enam bulan.
Gunakan box yang:
terorganisir.
Label.
Simpan.
Ruang kecil sangat cepat terasa penuh ketika barang musiman tidak punya:
tempat.
Gunakan Pintu sebagai Bagian Storage Kalau Perlu
Dalam ruang yang benar-benar terbatas, area belakang pintu bisa dimanfaatkan dengan:
hook
atau organizer.
Tetapi jangan sampai pintu menjadi penuh barang hingga terlihat:
berantakan.
Gunakan untuk kebutuhan yang memang sering:
dipakai.
Floating Furniture Bisa Membantu
Floating shelf.
Floating console.
Wall-mounted storage.
Karena tidak menyentuh lantai secara visual, ruang terasa lebih:
ringan.
Selain itu lantai lebih mudah:
dibersihkan.
Dua keuntungan sekaligus.
Jangan Mengorbankan Kenyamanan Demi Terlihat Luas
Sofa super kecil mungkin membuat ruangan terlihat:
lega.
Tetapi kalau tidak nyaman diduduki?
Apa gunanya?
Rumah bukan:
showroom furniture.
Desain harus melayani:
kehidupan.
Cari keseimbangan antara:
visual
dan:
fungsi.
Pertimbangkan Siapa yang Menggunakan Ruangan
Tinggal:
sendiri?
Pasangan?
Keluarga?
Sering menerima:
tamu?
Punya:
anak?
Punya:
hewan peliharaan?
Semua mengubah kebutuhan:
layout.
Ruang tamu untuk satu orang yang jarang menerima tamu tentu berbeda dengan rumah yang setiap weekend kedatangan:
keluarga besar.
Jangan Copy Pinterest Mentah-Mentah
Pinterest bagus untuk:
inspirasi.
Tetapi rumah di foto mungkin memiliki:
ceiling lebih tinggi,
jendela lebih besar,
layout berbeda,
dan kebutuhan penghuni yang:
berbeda.
Ambil:
idenya.
Bukan:
salinan persisnya.
Interior yang baik adalah interior yang sesuai dengan:
ruangan nyata.
Gunakan Dekorasi yang Punya Makna
Daripada membeli sepuluh dekorasi hanya karena:
trend,
pilih beberapa benda yang benar-benar:
disukai.
Artwork.
Foto.
Buku.
Keramik.
Souvenir perjalanan.
Objek personal membuat rumah terasa:
hidup.
Dan karena jumlahnya lebih sedikit, setiap benda punya kesempatan untuk:
terlihat.
Tren Akan Berganti
Hari ini:
bouclé.
Besok:
chrome.
Lusa:
dark wood.
Kemudian mungkin:
colorful maximalism.
Kalau seluruh rumah dibangun berdasarkan tren, kita akan terus merasa perlu:
mengganti.
Gunakan tren sebagai:
accent.
Untuk furniture besar, pilih sesuatu yang masih Anda suka ketika algoritma sudah pindah ke:
tren berikutnya.
Cara Cepat Menata Ulang Ruang Tamu Kecil
Kalau ingin perubahan tanpa belanja besar, coba urutan:
1. Keluarkan barang yang tidak diperlukan.
2. Rapikan seluruh permukaan.
3. Atur ulang posisi sofa.
4. Pastikan jalur berjalan terbuka.
5. Buka curtain dan maksimalkan cahaya.
6. Pindahkan dekorasi berlebih.
7. Tambahkan satu focal point.
8. Rapikan kabel.
9. Evaluasi lighting.
10. Baru tentukan apa yang benar-benar perlu dibeli.
Sering kali setelah langkah nomor:
sepuluh,
shopping list jauh lebih pendek dari yang:
diperkirakan.
Kesalahan yang Membuat Ruang Tamu Terlihat Lebih Sempit
Beberapa yang paling umum:
Furniture terlalu besar.
Terlalu banyak furniture kecil.
Curtain terlalu pendek.
Semua dinding penuh.
Terlalu banyak dekorasi.
Lighting hanya dari plafon.
Tidak ada storage.
Kabel terlihat.
Rug terlalu kecil.
Jalur berjalan terhalang.
Terlalu banyak warna dan pattern yang saling:
bersaing.
Tidak satu pun kesalahan ini membutuhkan renovasi besar untuk:
diperbaiki.
Jangan Mengejar “Aesthetic” Sampai Rumah Tidak Bisa Dipakai
Coffee table penuh:
buku dekorasi.
Sofa punya:
12 cushion.
Chair punya throw blanket yang tidak boleh:
dipindahkan.
Dining table selalu penuh:
centerpiece.
Terlihat bagus.
Tetapi kapan rumahnya:
dipakai?
Aesthetic yang baik seharusnya mendukung:
fungsi.
Bukan membuat penghuni takut:
menyentuh apa pun.
Ruang Tamu Harus Terasa Seperti Milik Anda
Pada akhirnya, tidak ada aturan bahwa ruang tamu harus:
Scandinavian.
Japandi.
Modern.
Industrial.
Minimalist.
Mid-century.
Atau:
bohemian.
Style adalah:
alat.
Bukan:
aturan.
Kalau Anda menyukai kombinasi tertentu dan ruang tetap berfungsi:
gunakan.
Interior yang personal biasanya terasa lebih menarik dibanding ruangan yang terlihat seperti:
catalog showroom.
Jadi, Bagaimana Membuat Ruang Tamu Kecil Terlihat Lebih Luas?
Mulai dengan:
mengurangi clutter.
Kemudian perhatikan:
proporsi furniture.
Biarkan cahaya:
masuk.
Gunakan warna dengan:
sengaja.
Manfaatkan:
cermin.
Gunakan storage secara:
vertikal.
Pilih furniture:
multifungsi.
Jaga jalur berjalan tetap:
terbuka.
Gunakan rug dengan ukuran:
tepat.
Dan jangan merasa setiap sudut harus:
diisi.
Itulah dasar cara membuat ruang tamu kecil terlihat lebih luas tanpa harus melakukan renovasi:
besar.
Karena ruang terasa luas bukan hanya soal:
meter persegi.
Tetapi tentang seberapa mudah mata melihat:
ruang,
seberapa mudah tubuh bergerak,
dan seberapa sedikit benda yang terasa:
menghalangi.
Kadang perubahan terbesar bukan datang dari menambahkan furniture:
baru.
Tetapi dari mengeluarkan satu meja yang sebenarnya tidak:
dibutuhkan.
Memindahkan sofa.
Membuka curtain.
Menggantung cermin.
Dan membiarkan satu sudut tetap:
kosong.
Tidak spektakuler.
Tidak membutuhkan contractor.
Tetapi ketika semuanya digabungkan?
Ruang yang sebelumnya terasa:
sempit
bisa mulai terasa seperti akhirnya punya kesempatan untuk:
bernapas.