Rumah Terlihat Biasa? 11 Trik Dekorasi yang Bikin Interior Terlihat Lebih Mewah

Rumah mewah tidak selalu identik dengan:

marmer mahal,

sofa puluhan juta,

lampu kristal,

atau ruangan berukuran sangat besar.

Kadang ada rumah dengan furnitur sederhana tetapi ketika masuk rasanya:

rapi,

tenang,

elegan,

dan mahal.

Sebaliknya, ada ruangan berisi banyak barang mahal tetapi secara keseluruhan justru terasa:

penuh

dan tidak terarah.

Perbedaannya sering bukan terletak pada berapa banyak uang yang dikeluarkan.

Tetapi bagaimana setiap elemen:

dipilih,

ditempatkan,

dan dikombinasikan.

Karena itu, cara membuat rumah terlihat mewah sebenarnya bisa dimulai dari perubahan kecil yang tidak membutuhkan renovasi total.

Mewah Bukan Berarti Banyak Dekorasi

Ini prinsip pertama yang perlu:

dipahami.

Ketika ingin membuat rumah terlihat lebih premium, orang terkadang mulai menambahkan:

vas,

patung,

ornamen,

bingkai,

tanaman,

bantal,

dan berbagai aksesori sekaligus.

Hasilnya?

Ruangan malah terlihat:

sibuk.

Interior yang elegan biasanya memberikan cukup ruang agar setiap elemen bisa:

bernapas.

Tidak semua permukaan harus diisi.

Tidak semua dinding harus mempunyai:

dekorasi.

Kadang mengurangi satu benda memberikan dampak lebih besar daripada membeli tiga benda:

baru.

1. Mulai dengan Mengurangi Visual Clutter

Sebelum membeli dekorasi baru, lihat ruangan yang sekarang.

Perhatikan:

meja,

rak,

countertop,

kabinet terbuka,

dan sudut ruangan.

Apakah terlalu banyak benda kecil terlihat?

Misalnya di meja ruang keluarga ada:

remote,

charger,

tisu,

botol,

kunci,

surat,

kabel,

dan beberapa dekorasi.

Masing-masing mungkin kecil.

Tetapi ketika semuanya terlihat bersamaan, ruangan terasa lebih:

berantakan.

Gunakan:

tray,

drawer,

basket,

atau storage tertutup

untuk menyimpan benda yang tidak perlu selalu terlihat.

Permukaan Kosong Itu Bukan Masalah

Tidak perlu takut melihat meja dengan ruang:

kosong.

Negative space justru membuat dekorasi yang tersisa terlihat lebih:

penting.

Misalnya daripada menaruh tujuh benda kecil pada console table, coba gunakan:

satu lampu,

dua buku,

dan satu vas.

Komposisinya jauh lebih:

tenang.

2. Tentukan Palet Warna

Salah satu penyebab interior terlihat tidak terarah adalah terlalu banyak warna yang:

bersaing.

Sofa abu-abu.

Karpet merah.

Curtain biru.

Bantal hijau.

Meja cokelat.

Dekorasi kuning.

Masing-masing sebenarnya bisa:

bagus.

Tetapi kalau tidak mempunyai hubungan visual, ruangan terasa seperti kumpulan barang yang dibeli pada waktu:

berbeda.

Coba tentukan palet utama.

Misalnya:

warm white,

beige,

taupe,

dan dark brown.

Kemudian tambahkan satu atau dua accent color.

Warna Netral Tidak Harus Membosankan

Interior netral sering diasosiasikan dengan:

putih semua.

Padahal neutral palette mempunyai banyak variasi.

Misalnya:

ivory,

cream,

sand,

greige,

taupe,

camel,

charcoal,

dan berbagai tone kayu.

Perbedaan tone menciptakan kedalaman tanpa membuat ruangan terlalu:

ramai.

Gunakan Formula Warna Sederhana

Tidak harus mengikuti aturan secara:

kaku.

Tetapi sebagai titik awal Anda bisa membayangkan:

warna dominan,

warna pendukung,

dan warna aksen.

Warna dominan digunakan pada area besar seperti:

dinding.

Warna pendukung muncul pada:

furniture

atau textile.

Accent color digunakan lebih sedikit melalui:

artwork,

cushion,

atau aksesori.

Dengan begitu mata mempunyai arah visual yang:

jelas.

3. Perhatikan Ukuran Karpet

Karpet terlalu kecil merupakan salah satu detail yang bisa membuat ruang keluarga terlihat:

terpisah-pisah.

Bayangkan sofa besar.

Coffee table besar.

Kemudian karpet kecil hanya berada tepat di bawah:

meja.

Karpet terlihat seperti:

pulau.

Jika memungkinkan, pilih ukuran yang membantu menghubungkan beberapa furniture menjadi satu:

zona.

Pada ruang keluarga, bagian depan kaki sofa dan kursi setidaknya dapat berinteraksi dengan area karpet, tergantung layout:

ruangan.

Karpet Besar Membuat Ruangan Terasa Lebih Terstruktur

Karpet berfungsi seperti:

frame.

Ia membantu mendefinisikan area:

seating.

Ketika proporsinya tepat, sofa, chair, dan coffee table terasa menjadi satu:

komposisi.

Bukan benda yang berdiri:

sendiri-sendiri.

Sebelum membeli, ukur:

ruangan.

Jangan menebak hanya berdasarkan foto produk.

4. Naikkan Posisi Tirai

Tirai bisa mengubah persepsi tinggi:

ruangan.

Jika curtain rod dipasang tepat di atas frame jendela, mata akan membaca tinggi jendela sesuai ukuran:

aslinya.

Tetapi jika pemasangannya dinaikkan secara proporsional mendekati ceiling, garis vertikal menjadi lebih:

panjang.

Ruangan dapat terasa lebih:

tinggi.

Ini salah satu trik dekorasi rumah elegan yang efeknya cukup besar meskipun elemen yang diubah hanya:

curtain.

Jangan Biarkan Tirai Terlalu Pendek

Tirai yang berhenti jauh di atas lantai sering terlihat seperti ukuran yang:

salah.

Untuk tampilan yang lebih refined, curtain umumnya dibuat mendekati:

lantai.

Panjang tepatnya bergantung pada style yang:

diinginkan.

Ada yang hampir menyentuh lantai.

Ada yang menyentuh.

Ada pula yang sengaja sedikit pooling untuk tampilan tertentu.

Yang penting terlihat:

disengaja.

Pilih Lebar Curtain yang Cukup

Curtain yang terlalu sempit terlihat:

tipis.

Ketika ditutup, kain tertarik hampir rata.

Gunakan lebar yang cukup sehingga masih mempunyai:

fold

dan volume.

Efeknya membuat window treatment terlihat lebih:

substantial.

5. Upgrade Lighting

Satu lampu ceiling terang di tengah ruangan sering membuat interior terasa:

flat.

Semua area mendapatkan cahaya hampir:

sama.

Tidak ada depth.

Coba gunakan beberapa layer:

pencahayaan.

Misalnya:

ceiling light,

floor lamp,

table lamp,

dan accent lighting.

Tidak harus semuanya digunakan sekaligus.

Tujuannya memberikan pilihan berdasarkan:

suasana.

Gunakan Warm Light untuk Area Santai

Untuk ruang seperti:

living room

dan bedroom,

warm lighting sering memberikan suasana yang lebih:

nyaman.

Tetapi color temperature sebaiknya disesuaikan dengan fungsi:

ruang.

Area kerja mungkin membutuhkan pencahayaan yang berbeda.

Yang paling mengganggu secara visual adalah ketika satu ruangan mempunyai lampu:

kuning,

putih,

dan kebiruan

yang tidak terkoordinasi.

Cobalah menjaga temperature lighting lebih:

konsisten.

Ganti Lampu yang Terlihat Terlalu Basic

Anda tidak perlu membeli chandelier:

besar.

Satu pendant light dengan bentuk menarik dapat menjadi:

focal point.

Pilih desain yang sesuai skala:

ruangan.

Lampu terlalu kecil pada ruang besar bisa terasa:

hilang.

Sebaliknya, fixture terlalu besar pada ruangan sempit bisa terasa:

memaksa.

6. Gunakan Cermin dengan Strategis

Cermin dapat membantu memantulkan:

cahaya

dan visual ruangan.

Karena itu ruang tertentu bisa terasa lebih:

terbuka.

Tetapi jangan menaruh cermin hanya karena:

“cermin bikin ruangan besar.”

Perhatikan apa yang akan:

dipantulkan.

Kalau cermin menghadap:

tumpukan barang,

kabel,

atau area berantakan,

yang Anda dapat adalah dua kali lebih banyak visual:

clutter.

Tempatkan cermin sehingga memantulkan sesuatu yang:

menarik.

Ukuran Cermin Juga Penting

Cermin kecil di atas console yang sangat besar dapat terlihat tidak:

proporsional.

Begitu pula cermin raksasa di dinding sempit.

Lihat hubungan antara:

wall,

furniture,

dan mirror.

Interior terlihat lebih premium ketika ukuran elemen terasa:

disengaja.

7. Gunakan Artwork Berukuran Lebih Besar

Kesalahan umum lainnya:

dinding besar,

artwork kecil.

Lalu artwork terlihat:

kesepian.

Daripada memenuhi dinding dengan banyak dekorasi kecil, pertimbangkan satu artwork yang mempunyai visual impact lebih:

besar.

Tidak harus mahal.

Bisa berupa:

print,

photography,

abstract art,

atau karya lokal.

Yang penting ukurannya sesuai dengan:

ruang.

Gallery Wall Tetap Bisa Terlihat Elegan

Kalau menyukai banyak frame, gallery wall juga bisa:

bagus.

Kuncinya adalah:

cohesion.

Gunakan hubungan melalui:

warna,

frame,

tema,

atau spacing.

Jangan menempelkan frame secara acak sampai dinding terlihat seperti:

notice board.

Susun layout di lantai terlebih dahulu sebelum:

dipasang.

8. Campurkan Tekstur

Ruangan serba beige bisa terlihat:

mewah.

Atau justru terlihat:

datar.

Perbedaannya sering ada pada:

texture.

Misalnya satu ruangan menggunakan:

linen,

wood,

stone,

bouclé,

glass,

metal,

dan wool.

Warnanya mungkin hampir:

sama.

Tetapi materialnya berbeda sehingga ruangan mempunyai:

depth.

Jangan Semua Benda Mengilap

Ada kesalahpahaman bahwa interior mewah harus:

shiny.

Gold.

Chrome.

Marble glossy.

Glass.

Crystal.

Kalau semuanya memantulkan cahaya, ruangan bisa terasa:

berlebihan.

Campurkan material reflective dengan:

matte

dan natural texture.

Misalnya metal accent dipasangkan dengan:

wood

dan fabric.

Hasilnya biasanya lebih:

balanced.

9. Kurangi Furnitur yang Tidak Dibutuhkan

Ruangan kecil sering diisi:

sofa,

dua kursi,

coffee table,

side table,

console,

ottoman,

rak,

dan kabinet.

Semua masuk secara:

fisik.

Tetapi tidak berarti semuanya harus:

ada.

Tanyakan fungsi setiap furniture.

Apakah benar digunakan?

Kalau tidak, pertimbangkan untuk:

menghilangkannya.

Lebih sedikit furniture dengan proporsi yang tepat sering membuat interior terlihat lebih:

mahal

dibandingkan banyak furniture kecil.

Jangan Dorong Semua Furnitur ke Dinding

Ini sangat tergantung ukuran:

ruangan.

Tetapi furniture tidak selalu harus menempel ke seluruh:

dinding.

Pada ruang yang cukup besar, coba tarik sofa sedikit ke dalam dan buat:

conversation area.

Layout terasa lebih:

disengaja.

Gunakan karpet untuk menyatukan komposisi tersebut.

10. Styling Coffee Table dengan Sederhana

Coffee table sering menjadi pusat:

ruang keluarga.

Tidak perlu dipenuhi:

dekorasi.

Gunakan beberapa elemen dengan tinggi dan bentuk berbeda.

Misalnya:

dua coffee table books,

small decorative object,

dan vase.

Atau gunakan:

tray

untuk mengelompokkan beberapa benda.

Tujuannya membuat benda terlihat sebagai satu:

komposisi.

Bukan kumpulan barang acak.

Gunakan Buku sebagai Elemen Dekorasi

Buku dengan cover menarik bisa memberikan:

height,

warna,

dan personality.

Susun dua atau tiga secara:

horizontal.

Kemudian letakkan objek kecil di:

atasnya.

Tidak harus membeli buku khusus hanya untuk:

dekorasi.

Gunakan buku yang memang Anda:

sukai.

Interior terasa lebih personal ketika dekorasinya mempunyai:

makna.

11. Tambahkan Tanaman dengan Ukuran yang Tepat

Tanaman memberikan:

warna,

texture,

dan bentuk organik.

Tetapi lima belas pot kecil di seluruh ruangan bisa menambah:

clutter.

Kadang satu tanaman besar di sudut memberikan dampak lebih:

kuat.

Pilih tanaman berdasarkan:

cahaya,

kelembapan,

dan kemampuan perawatan.

Jangan memilih hanya berdasarkan:

Pinterest.

Tanaman asli membutuhkan kondisi yang:

sesuai.

Pot Juga Bagian dari Dekorasi

Tanaman bagus dengan nursery pot plastik yang terlihat jelas bisa mengurangi:

finishing.

Gunakan decorative planter atau cover pot yang sesuai dengan:

interior.

Tidak harus mahal.

Yang penting:

warna

dan proporsinya menyatu.

Gunakan Bantal dengan Lebih Terarah

Sofa tidak harus mempunyai:

sepuluh cushion.

Pilih kombinasi yang mempunyai hubungan melalui:

warna

atau texture.

Misalnya:

solid linen,

subtle pattern,

dan textured cushion.

Variasikan ukuran secukupnya.

Hindari semua bantal dengan ukuran, warna, dan motif yang sama persis jika ingin tampilan lebih:

layered.

Jangan Membeli Satu Set Ruang Tamu Secara Berlebihan

Sofa.

Chair.

Coffee table.

Side table.

Console.

Semuanya satu:

set.

Memang mudah.

Tetapi ruangan bisa terasa seperti:

showroom.

Interior yang terasa collected biasanya menggabungkan beberapa elemen yang:

berbeda

tetapi tetap mempunyai hubungan visual.

Misalnya sofa modern dengan:

wooden side table

dan vintage-inspired lamp.

Tidak semuanya harus:

matching.

Yang penting:

coordinated.

Perhatikan Hardware Kecil

Handle kabinet terlihat:

kecil.

Tetapi jumlahnya bisa:

banyak.

Mengganti hardware yang sudah usang dapat mengubah tampilan:

cabinetry.

Misalnya:

drawer pull,

cabinet knob,

atau handle.

Pilih finish yang sesuai dengan elemen lain di:

ruangan.

Tidak harus semua metal finish sama persis.

Tetapi kombinasinya perlu terasa:

intentional.

Rapikan Kabel

TV sudah:

bagus.

Console bagus.

Lampu bagus.

Kemudian ada lima kabel menggantung di:

belakang.

Visual langsung terasa kurang:

rapi.

Gunakan cable management seperti:

clip,

sleeve,

box,

atau routing

sesuai kondisi.

Pastikan pengelolaan kabel tetap memperhatikan:

ventilasi

dan keamanan listrik.

Perhatikan Stop Kontak dan Sakelar

Pada beberapa rumah, switch plate yang:

menguning,

retak,

atau sangat kotor

bisa membuat area terlihat lebih tua.

Elemen kecil seperti ini sering tidak diperhatikan karena sudah terbiasa:

melihatnya.

Lakukan audit visual.

Lihat rumah seolah-olah Anda baru pertama kali:

masuk.

Detail kecil mulai lebih mudah:

terlihat.

Jangan Abaikan Aroma Ruangan

Interior bukan hanya:

visual.

Ruangan yang bersih dan mempunyai aroma nyaman terasa lebih:

inviting.

Tidak harus menggunakan fragrance yang:

kuat.

Justru aroma terlalu tajam bisa:

mengganggu.

Prioritaskan:

ventilasi,

kebersihan,

dan sumber bau.

Fragrance sebaiknya menjadi:

tambahan,

bukan cara menutupi masalah.

Gunakan Dekorasi yang Terlihat Personal

Rumah yang terlalu sempurna kadang terasa seperti:

hotel.

Tidak ada identitas.

Tambahkan beberapa elemen yang menceritakan:

penghuninya.

Misalnya:

buku favorit,

foto,

artwork,

souvenir perjalanan,

atau benda dengan nilai sentimental.

Bedanya dengan clutter adalah:

kurasi.

Tidak semua memorabilia harus dipajang:

bersamaan.

Hindari Dekorasi Palsu yang Terlalu Banyak

Fake book.

Fake camera.

Fake luxury box.

Fake designer logo.

Tulisan:

“HOME”

besar di dinding.

Tidak ada aturan bahwa benda seperti itu tidak boleh:

digunakan.

Tetapi kalau terlalu banyak, interior bisa terasa seperti dekorasi yang dibuat hanya untuk:

foto.

Lebih baik pilih benda yang benar-benar mempunyai:

fungsi

atau makna.

Jangan Memaksakan Tren

Hari ini:

Japandi.

Besok:

quiet luxury.

Lalu:

organic modern.

Kemudian:

dark academia.

Tren bisa menjadi sumber:

inspirasi.

Tetapi rumah tidak perlu dirombak setiap kali tren:

berubah.

Ambil elemen yang memang sesuai dengan:

selera

dan cara hidup.

Interior yang terasa personal biasanya bertahan lebih lama daripada interior yang hanya mengejar:

tren.

Mulai dari Ruangan yang Paling Sering Digunakan

Kalau budget terbatas, jangan mencoba mengubah seluruh rumah dalam satu:

hari.

Pilih satu:

ruangan.

Misalnya:

living room.

Lakukan secara bertahap.

Pertama:

declutter.

Kemudian:

layout.

Lalu:

lighting.

Setelah itu:

curtain,

rug,

artwork,

dan accessories.

Pendekatan ini membuat keputusan lebih:

terkontrol.

Jangan Beli Sebelum Mengukur

Sofa terlihat sempurna di:

showroom.

Sampai tiba di rumah dan ternyata:

terlalu besar.

Karpet terlihat besar di:

website.

Sampai datang dan ternyata hanya sebesar:

coffee table.

Sebelum membeli:

ukur.

Gunakan masking tape di lantai jika perlu untuk membayangkan ukuran:

furniture.

Langkah sederhana ini bisa menghindari banyak pembelian yang:

salah.

Perhatikan Proporsi, Bukan Hanya Harga

Meja murah dengan proporsi tepat dapat terlihat jauh lebih baik daripada meja mahal yang terlalu:

besar.

Begitu pula:

lampu,

artwork,

rug,

dan curtain.

Interior design sangat dipengaruhi oleh hubungan antar:

ukuran.

Ketika proporsinya benar, ruangan terasa:

harmonis.

Budget Kecil? Prioritaskan yang Paling Terlihat

Kalau tidak bisa mengganti semuanya, prioritaskan elemen dengan visual impact:

besar.

Misalnya:

curtain,

rug,

lighting,

paint,

atau large artwork.

Mengganti lima belas dekorasi kecil belum tentu memberikan perubahan sebesar mengganti satu elemen utama yang:

salah.

Thrift dan Barang Secondhand Bisa Jadi Pilihan

Interior elegan tidak harus semuanya:

baru.

Furniture secondhand tertentu justru mempunyai:

character.

Misalnya:

solid wood table,

mirror,

lamp,

atau vintage chair.

Periksa:

kondisi,

struktur,

keamanan,

dan kebutuhan restoration.

Satu vintage piece yang tepat dapat membuat ruangan terasa jauh lebih:

unik.

Cat Bisa Memberikan Perubahan Besar

Mengubah warna dinding merupakan salah satu cara yang relatif sederhana untuk mengubah suasana:

ruangan.

Namun jangan memilih warna hanya berdasarkan sample kecil.

Warna dapat terlihat berbeda tergantung:

cahaya alami,

lampu,

arah ruangan,

dan furniture.

Coba sample pada beberapa area.

Lihat pada:

pagi,

siang,

dan malam.

Baru tentukan.

Jangan Lupa Ceiling

Ceiling sering dianggap bukan bagian dari:

desain.

Padahal ia adalah salah satu permukaan terbesar di:

ruangan.

Tidak harus dibuat:

dramatis.

Pastikan kondisinya:

bersih,

rapi,

dan warna sesuai dengan keseluruhan interior.

Pada konsep tertentu, ceiling bahkan dapat menjadi elemen:

desain.

Entryway Memberikan First Impression

Kalau ingin rumah terasa lebih terawat, mulai dari area:

masuk.

Tidak perlu besar.

Bisa menggunakan:

console kecil,

mirror,

lamp,

atau artwork.

Yang paling penting:

rapi.

Jangan biarkan entryway menjadi tempat permanen untuk:

kardus,

sepatu,

helm,

tas,

dan barang yang belum dipindahkan.

Gunakan storage sesuai kebutuhan.

Bedroom Juga Bisa Terlihat Lebih Mahal

Fokus pertama:

bed.

Karena biasanya menjadi furniture terbesar di:

kamar.

Gunakan bedding yang:

rapi.

Tidak perlu menumpuk dua belas:

bantal.

Pilih:

sheet,

duvet,

throw,

dan beberapa pillow

yang saling:

melengkapi.

Kemudian rapikan bedside table.

Lampu di kedua sisi jika layout memungkinkan dapat memberikan:

symmetry.

Bathroom Bisa Di-Upgrade Tanpa Renovasi

Tidak selalu harus mengganti:

tile.

Mulai dari:

declutter countertop,

ganti towel yang sudah usang,

rapikan toiletries,

gunakan dispenser sederhana,

dan perbaiki lighting jika diperlukan.

Pastikan:

grout,

mirror,

dan fixture

bersih.

Kebersihan mempunyai pengaruh besar terhadap kesan:

premium.

Kitchen Juga Perlu Visual Clutter Control

Blender.

Rice cooker.

Coffee machine.

Toaster.

Botol minyak.

Bumbu.

Tisu.

Semua berada di:

countertop.

Kalau memang semuanya digunakan setiap hari:

tidak masalah.

Tetapi kalau beberapa hanya digunakan sebulan sekali, simpan di:

cabinet.

Countertop yang lebih kosong membuat kitchen terasa lebih:

luas

dan rapi.

Luxury Look Bukan Berarti Meniru Hotel

Hotel dirancang untuk:

tamu sementara.

Rumah dirancang untuk:

hidup.

Jangan mengorbankan:

kenyamanan,

storage,

atau fungsi

hanya supaya ruangan terlihat bagus dalam:

foto.

Interior terbaik adalah yang tetap terlihat menarik ketika benar-benar:

digunakan.

Buat Perubahan dalam Urutan yang Tepat

Kalau ingin melakukan makeover sederhana, urutannya bisa seperti:

Pertama — Declutter

Hilangkan benda yang tidak perlu.

Kedua — Layout

Atur posisi furniture.

Ketiga — Color

Tentukan hubungan warna.

Keempat — Lighting

Perbaiki pencahayaan.

Kelima — Textile

Curtain, rug, cushion, bedding.

Keenam — Wall Decor

Mirror dan artwork.

Ketujuh — Accessories

Baru tambahkan dekorasi kecil.

Kenapa accessories terakhir?

Karena aksesori seharusnya:

melengkapi ruangan.

Bukan mencoba memperbaiki layout yang sejak awal:

salah.

Kesimpulan

Cara membuat rumah terlihat mewah tidak harus dimulai dengan membeli furniture:

mahal.

Mulailah dengan sesuatu yang bahkan bisa dilakukan tanpa:

belanja.

Kurangi clutter.

Atur ulang furniture.

Rapikan kabel.

Setelah itu perhatikan elemen yang mempunyai visual impact besar seperti:

curtain,

rug,

lighting,

warna,

mirror,

dan artwork.

Gunakan texture untuk memberikan:

depth.

Pilih dekorasi dengan:

lebih selektif.

Dan jangan merasa setiap sudut harus:

diisi.

Pada akhirnya, dekorasi rumah elegan bukan tentang menunjukkan berapa banyak barang yang mampu:

dibeli.

Justru interior sering terasa lebih premium ketika setiap benda terlihat mempunyai:

alasan

untuk berada di sana.

Sedikit lebih:

rapi.

Sedikit lebih:

terukur.

Sedikit lebih:

terarah.

Dan ketika semua detail tersebut bekerja bersama, rumah yang sama bisa terasa sangat:

berbeda.

Tanpa harus membongkar satu:

dinding pun.

Categories: Decorating Ideas, Decorating Tips